Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iman Kepada Allah SWT, Aqidah Islam

Iman kepada Allah SWT, Aqidah Islam

Pengertian Iman Kepada Allah SWT

Menurut pengertian bahasa, kata iman adalah percaya atau membenarkan. Sedangkan menurut ilmu tauhid iman adalah kepercayaan yang diyakini kebenarannya dalam hati, diikrarkan secara lisan dan direalisasikan dalam perbuatan.

Dari pengertian tersebut diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa iman kepada Allah swt, adalah : mempercayai atu meyakini akan adanya Allah swt, sebagai than yang Maha Esa dengan segala macam kesempurnaanNya. Kesempurnaaan tersebut diyakini dalam hati dan diikrkan dengan lesan dan dibuktikan dengan amal perbuatan sholeh.

Bukti adanya Iman kepada Allah SWT. adalah tunduk, patuh dan taat terhadap perintah-Nya dan menghentikan, menjauhi larangan-Nya denga segenap kerelaan didasari dengan niat yang baik (husnun niyyat)

Sifat Allah SWT

  1. Wajib
  2. Mustahil
  3. Jaiz

Sifat wajib Allah SWT

Sifat wajib bagi Allah Swt ialah sifat yang harus ada pada zat Allah sebagai kesempurnaan baginya, 

Adanya Allah dapat dipahami dengan:
  • Melihat fenomena Alam
  • Melihat ciptaan-ciptaannya
  •  dalil aqli/akal maupun naqli (Al-qur’an dan hadits). 
20 sifat wajib Allah SWT dan dikelompokkan menjadi 4 ( empat ) kelompok yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani, maknawiyah 
  1. Sifat nafsiyah artinya sifat diri, suatu sifat yang tidak dapat dipisahkan dari zat Allah yaitu sifat wujud
  2. Sifat salbiyah artinya Sifat yang hanya dimiliki oleh allah, sedangkan Mahluk lain tidak memilikinya Yang termasuk sifat salbiyah : Qidam, Baqa’, Mukholafatu lil hawaditsi, Qiyamuhu binafsifi, Wahdaniyat
  3. sifat ma’ani artinya sifat sifat itu mempunyai ma’na menetap  pada dzatNya. Yang termasuk sifa ma’ani : Qudrat, Iradat, Sama’, Bashor , Kalam
  4. Sifat Ma’nawiyah adalah Kelaziman dari sifat Ma’ani : Qodiran, Muridan, Sami’an Bashiran, Mutakalliman

SIFAT NAFSIYAH

Sifat yang berhubungan dengan dzat Allah semata yaitu sifat WUJUD = ada.
Adanya Allah SWT  dapat dibuktikan dengan adanya alam ini, dan adanya Allah bukan karena ada yang menciptakan tetapi ada dengan sendirinya , jadi wujud Allah itu wajib.
Q.S. Al-Hadid /57: 4

SIFAT NAFSIYAH, Q.S. Al-Hadid /57: 4
Artinya ;
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 ( enam ) masa kemudian Dia bersemayam di atas Arsy ( Q.S. Al-Hadid /57: 4 )

SIFAT SALBIYAH

Yaitu sifat yang meniadakan adanya sifat sebaliknya, Sifat Qidam = Terdahulu  
Allah itu terdahulu dan tidak didahului oleh sesuatu jangkauan akal manusia terbatas, manusia tidak dapat mengetahui secara pasti kapan, dari bahan apa dan bagaimana proses alam semesta ini diciptakan yang pasti bahwa alam semesta ini ada yang menciptakan dan yang menciptakan ini adalah Allah SWT yang sudah ada sebelum alam semesta ini ada.

BAQA’ = KEKAL

Semua mahluk keadaannya selalu berubah-ubah, berproses menuju kehancuran atau kebinasaan, sedangkan Allah bersifat kekal, tidak berubah-ubah sebagaimana firman Allah :

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya : Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (Q.S. Al-Qoshosh / 28 :88 )

Mukhalafatulil hawadits = berbeda dengan semua makhluk  

Allah yang Maha pencipta tidak sama atau berbeda dengan makhluk ciptaanNya  baik dzatnya maupun sifatnya. Firman Allah :

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : 
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat ( Q.S. As-Syuro /42 : 11 )

Qiyamuhu binafsihi  = berdiri sendiri 

Allah tidak membutuhkan bantuan apapun dan dari siapapun, Q.S. Al-Fathir : 13

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. yang (berbuat) demikian Itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.”

Wahdaniyah = Maha Esa 

Tuhan hanya satu.Tidak mungkin ada dua Tuhan. Jika lebih satu Tuhan maka akan menjadi malapetaka karena beda keinginan
Wahdaniyah = Maha Esa, ( Q.S. Al-Anbiya / 21  : 22 )
Artinya : Sekiranya ada dilangit dan di bumi tuhan tuhan selain Allah tentu  keduannya itu telah rusak binasa ( Q.S. Al-Anbiya / 21  : 22 )

Sifat Ma’ani

Sifat wajib Allah yang dapat digambarkan oleh akal pikiran manusia dan dapat meyakinkan orang karena kebenarannya dapat dibuktikan dengan panca indra.
Sifat wajib Allah yang tergolong sifat ma’ani adalah Qodrat, Irodat, Ilmu, hayat, sama’ dan Bashar. 

Qudrat  = Kuasa

Kekuasaan Allah dibuktikan dengan adanya alam semesta dengan jutaan bintang dan planet yang selalu bergerak teratur. 
Dalam Q.S. Al-Maidah ayat 120 diterangkan :
Qudrat  = Kuasa, ( Q.S. Al-Maidah / 5 : 120 )

Artinya : Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada didalamnya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.( Q.S. Al-Maidah / 5 : 120 )

Iradat = Berkehendak

“…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” [Huud:107]
Hikmah: Manusia sering menginginkan sesuatu tapi gagal karena dia tidak kuasa. Karena itu berdoalah kepada Allah

“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka  Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.” [Al Baqarah:117] 
Allah mencapai kehendaknya dengan mudah!

“…Katakanlah : "Maka siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Fath:11] 

Hikmah: tawakal kepada Allah dan selalu berdoa kepada Allah

Ilmu = Mengetahui

Allah Maha Mengetahui. Mustahil tidak mengetahui
“Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" [Al An’aam:59]

Ilmu = Mengetahui
“Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu." [Al Kahfi:109]
“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’:176] 
Hikmah: Allah mengetahui semua karena Dia penciptanya. Pengetahuan manusia terbatas.

Hayyat – Hidup

Allah Maha Hidup. Mustahil Allah mati

Hayyat – Hidup, Al Furqaan:58

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup kekal Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.” [Al Furqaan:58] 

Sama’ – Mendengar

Allah Maha Mendengar. Mustahil Allah tuli
“Tidak ada paksaan masuk agama Islam;  telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia  berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:256] 

Bashar = Melihat

Allah Maha Melihat. Mustahil Allah buta
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Hujuraat:18] 
Hikmah: takut berbuat dosa karena Allah selalu melihat kita

Kalam  = Allah Berbicara

Firman Allah Q.S. At-Taubah / 9 : 6 ;
perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah 

Sifat Ma’nawiyah

Adalah kelaziman dari sifat Ma’ani dan sifat yang berhubungan dengan sifat yang Ma’ani atau sifat yang merupakan kelanjutan dari sifat Ma’ani. 
Tiap sifat ma’ani tentu ada sifat ma’nawiyah atau adanya tujuh sifat ma’ani ada tujuh sifat ma’nawiyah. 

Qodiron = Maha Kuasa

Firman Allah dalam Al-Qur’an ;
( Q.S. Al An’am / 6 : 37 )
menurunkan suatu mu’jizat “ ( Q.S. Al An’am / 6 : 37 )

Muridan  = Maha berkehendak

Muridan  = Maha berkehendak, QS. An-Nisa / 4 : 26 )
Firman Allah ;
Artinya ; Allah berkehendak menerangkan ( SyariatNya ) kepadamu dan menunjukan jalan-jalan ( kehidupan ) orang sebelum kamu ( para Nabi dan orang-orang shaleh  ( QS. An-Nisa / 4 : 26 )

Aliman = Maha Mengetahui

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang berbunyi ( Q.S. Al-Hujurat / 49 : 16 )
Aliman = Maha Mengetahui, Q.S. Al-Hujurat / 49 : 16
Artinya ; “Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu” 

Hayyan = Maha Hidup

Firman Allah Q.S. Ali Imran / 3 : 2 ;
Hayyan = Maha Hidup, Q.S. Ali Imran / 3 : 2
Artinya ; “Allah tidak ada tuhan selain Dia, yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus (mahlukNya)”  

Sami’an = Maha Mendengar

Firman Allah Q.S. An-Nisa / 4 : 134 ;

منْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya ; “Barangsiapa menghendaki pahala di dunia maka ketahuilah disisi Allah ada pahala dunia dan akhirat Dan Allah Maha mendengar dan Maha Melihat”. 

Basiron/Bashiron = Maha Melihat

Firman Allah Q.S. Al-Isro’ / 17 : 17
Artinya ; “Dan cukuplah tuhanmu yang Maha Mengetahui maka dilihat dosa hamba- hambaNya “. 

Mutakaliman  = Maha Allah Berbicara

Firman Allah Q.S. At-Taubah / 9 : 6 ; perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah 

Sifat Mustahil Allah SWT

Sifat yang secara akal tidak mungkin dimiliki Allah SWT . 
Sifat-sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat-sifat wajib bagi Allah SWT 
Jumlahnya sama dengan sifat-sifat wajib bagi Allah yaitu sebanyak 20 ( dua puluh ) sifat.

Adam = tidak ada 

Alam semesta ini ada yang menciptakan yitu Allah SWT . Tidak mungkin alam semesta ini terjadi dengan sendirinya, tidak mungkin diciptakan oleh manusia atau mahluk yang lain, jadi mustahil Allah SWT tidak ada ( Adam ).

Firman Allah yang artinya ;
Dan dialah yang menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, pengelihatan dan hati( tetapi 0 umat sedikitlah kamu bersyukur. Dan Dia telah menciptakan dan mengngembangbiakan kamu dibumi dan kepadanNyalah kamu akan dihimpunkan. Dan dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah yang ( mengatur ) pertukaran malam dan siang.mengapa kamu tidak memahaminya? ( Q.S. Al-Mu’minun / 23 : 78-80 )

Huduts = baru atau ada pemulaannya.

Firman Allah dalam Surat Al-Hadid ayat 3 ; “Dialah yang awal dan akhir yang dzahir dan yang batin. Dan Dia maha mengetahui segala sesuatu.” ( QS. Al-Hadid / 57 : 3)

Setiap yang baru atau ada permulaannya akan selalu didahului dengan tidak ada. sesuatu yang tidak ada pasti ada yang membuat atau menciptakan. Maka mustahil Allah SWT bersifat Huduts, sebab siapa yang menciptakan Allah SWT?  Huduts pasti ada akirnya hal ini jelas mustahil.

Fana’ = rusak

Mustahil Allah SWT yang mengendalikan seluruh alam semesta yang amat rumit dan bersifat fana’ ( rusak ).
Firman Allah dalam QS Ar-Rohman : 26-27 ; “Semua yang ada dibumi akan binasa. Dan tetap kekal Dzat tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

Mumatsalatu lil hawaditsi = Serupa dengan segala makhluk yang baru

Firman Allah dalam as Syuro ; 11

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat

Ihtiyaju bighairih = membutuhkan sesuatu yang lain

Allah SWT adalah Maha Kaya, mustahil Allah membutuhkan yang lain. Allahlah semua yang menciptakan semua makhluk dan memberi nikmat kepada semua makhluknya tetapi Dia tidak pernah mengharapkan imbalan.

Allah berfirman yang artinya ; Dan Dialah yang Maha kaya sedangkan kamulah orang yang membutuhkan Nya (Q.S.  Muhammad / 47 : 38 )

Ta’addud = berbilang atau lebih dari satu

Mustahil Allah lebih dari satu, sebab jika Allah ada dua atau lebih, pasti akan terjadi perbedaan pendapat

Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 73 yang artinya :
Sesungguhnya kafirlah orang-orang  yang mengatakan bahwa Allah itu salah seorang dari yang tiga padahal sekali-kali tidak ada tuhan selain dan Tuhan Yang Maha Esa jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakana itu, maka orang-orang kafir diantara mereka disentuh siksa yang pedih.

Ajzun = Lemah

Manusia mempunyai kekuatan pikiran dan fisik yang dapat memanfaatkan alam untuk meningkatkan taraf hidupnya. Manusia adalah mahluk ciptaan Allah jika manusia memiliki kekuatan apalagi Allah SWT, maka mustahil Allah bersifat lemah.
]
Firman Allah surat Al-Fathir ayat 44
artinya; Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah, baik yang dilangit maupun yang dibumi.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Karahah artinya terpaksa

Allah SWT melakukan sesuatu tanpa ada yang mempengaruhi secara terpaksa atau ada yang memaksa.Tidak mungkin Allah Dzat yang maha berkehendak melakukan suatu perbuatan atas dasar perintah selain dariNya.Mustahil Allah SWT bersifat Karahah ( terpaksa )

Jahlun artinya Bodoh. Manusia diciptakan Allah masing-masing mempunyai keistimewaannya sendiri-sendiri yang menunjukkan bahwa ilmu Allah sangat luas atau maha luas.Allah SWT memberikan ilmu kepada manusia maka mustahil Allah SWT bersifat Jahlun atau bodoh.

Firman Allah dalam surat Al-Isro’ ayat 85 yang artinya ; Dan tidakklah kamu diberi pengetahuan ( oleh Allah ) melainkan hanya sedikit saja.

Mautun artinya Mati

Allah menghidupkan dan mematikan mahlukNya . Mahluk Allah seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan yang hidup karena kehendak Allah, dan mustahil Allah sebagai penciptanya bersifat mautun atau mati sebab Allah Maha Hidup.

Firman Allah dalam surat Al-Baqoroh ayat 255 yang artinya ; Allah tidak ada tuhan selain Dia yang maha hidup, kekal, dan terus menerus mengurus ( mahlukNya ) tidak mengantuk dan tidak tidur.

Shaman/Sumun artinya tuli

Allah mendengar setiap doa orang yang beriman walaupun hanya berupa bisikan didalam hati sebab Allah Maha Mendengar dan Maha mengetahui, oleh sebab itu mustahil kalau Allah bersifat Shamam/Shumun ( tuli ).

Firman Allah QS; Al-Baqoroh/2 : 256 artinya :Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Umy/Umyun artinya Buta

Manusia, binatang diciptakan oleh Allah dengan di beri indra mata untuk melihat, apalagi Allah yang Maha Melihat maka mustahil juka Allah bersifat umy/umyun ( buta ).

Firman Allah dalam Surat Al-Mu’min ayat 19-20 yang artinya : Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembuyikan oleh hati . SesungguhyaAllah Dialah yang maha Mendengar Lagi Maha Melihat.

Bukm/Bukmun artinya Bisu

Allah SWT menurunkan wahyu kepada para nabi, dari wahyu itu kemudian terhimpun kalamulloh yang tertulis dalam kitabulloh .Adanya Al-Qur’an yang berisi firman Allah maka mustahil Allah bersifat bukm/bukmun ( bisu ).

Firman Allah QS. Al-Baqoroh/2: 253
Artinya : “Para rosul itu kami lebihkan sebagian atas sebagaian yang lain. Demikian mereka ada yang Allah bercakap-cakap (langsung dengan Dia) dan Allah meninggikan sebagian dari mereka beberapa derajat.”

Aajizan artinya maha lemah

Firman Allah surat Al-Fathir ayat 44
artinya; Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah, baik yang dilangit maupun yang dibumi.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa

Mukrohan artinya Maha Terpaksa

Mukrohan artinya Maha Terpaksa, Huud:107


“…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” [Huud:107] Hikmah: Manusia sering menginginkan sesuatu tapi gagal karena dia tidak kuasa. Karena itu berdoalah kepada Allah

Jaahilan artinya Maha Bodoh

Mustahil Allah bersifat Maha Bodoh

Mayyitan artinya Maha Mati

Mustahil Allah bersifat Maha Mati

Asamam/ ashamm 

Mustahil Allah bersifat Maha Tuli

Abkam artinya Maha Bisu

Mustahil Allah bersifat Maha Bisu


NO

SIFAT WAJIB

ARTINYA

DALIL AQLI

MUSTAHIL

ARTINYA
   
1.   
   
Wujud   
   
Ada      
   
Ali-Imron   : 62
   
Al An’am : 102   
   
Adam      
   
Tidak   ada   
   
2.   
   
Qidam   
   
Dahulu      
   
Al   Hadid : 3   
   
Khudus      
   
Didahului   
   
3.   
   
Baqo’   
   
Kekal   
   
Ar-Rohman   26 – 27
   
Al-Qosos : 88   
   
Fana’   
   
Binasa   lenyap   
   
4.   
   
Mukholafatu   lilhawaditsi   
   
Berbeda   dengan semua makhluk   
   
As-Syuro   : 11   
   
Mumatsalatu   lilhawaditsi   
   
Serupa   dengan segala makhluk yang baru   
   
5.   
   
Qiyamuhu   binafshihi   
   
Berdiri   dengan sendirinya   
   
Al-Baqoroh   :255
   
Ali Imron : 2   
   
Ihtiyaju   lighoirihi   
   
Butuh   kepada yang lain   
   
6.   
   
Wahdaniyat   
   
Esa   
   
Al-Ikhlas   1-4
   
Al-Ambiya’ 22   
   
Ta’addud   / adadun   
   
Berbilamg   
   
7.   
   
Qudrat   
   
Kuasa   
   
Ali-Imron   : 26
   
Al-Baqoroh : 27   
   
‘Aj   zun   
   
Lemah   
   
8.   
   
Irodat   
   
Berkehendak   
   
Yaasiin   : 82   
   
Karokah   
   
Terpaksa   
   
9.   
   
Ilmu      
   
Maha   mengetahui   
   
Al-Asro’   : 85
   
Al-Isro’ :25   
   
Jahlun   
   
Bodoh   
   
10.   
   
Hayat   
   
Hidup   
   
Al-Baqoroh:   255
   
Al-Furqon: 58   
   
Maut   
   
Mati   
   
11.   
   
Sama’   
   
Mendengar      
   
Al-Maidah   :76
   
Al-Baqoroh: 127   
   
Shamamun   
   
Tuli      
   
12.   
   
Bashar   
   
Melihat   
   
Al-Hujurot:   18
   
Al-Furqon: 20   
   
‘Umyun   
   
Buta      
   
13.   
   
Kalam   
   
Berfirman   
   
An-nisa’:   164   
   
Bukmun   
   
Bisu   
   
14.   
   
Qodiron   
   
Maha   Kuasa   
   
Ali-Imron   : 26
   
Al-Baqoroh : 27   
   
‘Ajizan    
   
Maha   Lemah   
   
15.   
   
Muridan   
   
Maha Berkehendak    
   
Yaasiin   : 82   
   
Mukrahan    
   
Maha   terpaksa   
   
16.   
   
‘Aliman   
   
Maha Mengetahui   
   
Al-Asro’   : 85
   
Al-Isro’ :25   
   
Jahilan   
   
Maha   Bodoh   
   
17.   
   
Hayyan   
   
Maha   Hidup   
   
Al-Baqoroh:   255
   
Al-Furqon: 58   
   
Mayyitan   
   
Maha   Mati   
   
18.   
   
Sami’an   
   
Maha   Mendengar   
   
Al-Maidah   :76
   
Al-Baqoroh: 127   
   
Ashomma   
   
Maha   Tuli   
   
19.   
   
Bashiran   
   
Maha   Melihat   
   
Al-Hujurot:   18
   
Al-Furqon: 20   
   
A’ma   
   
Maha buta   
   
20.   
   
Mutakalliman   
   
Maha   Berfirman   
   
An-nisa’:   164   
   
Abkama   
   
Maha bisu   

Sifat Jaiz Allah SWT

Sifat jaiz Allah adalah kebebasan untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya yang mutlak.

Misalnya: Kebebasan untuk Menciptakan atau Tidak Menciptakan sesuatu, Kebebasan untuk Mengatur Semua Makhluk Sesuai yang Dia Kehendaki

Allah SWT berfirman sebagai berikut
Artinya : Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al Qashas/ 28 : 68

Allah SWT berfirman sebagai berikut 
Artinya : Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di ats perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. An-Nur/24 : 45)

Kebebasan untuk Mengatur Semua Makhluk Sesuai yang Dia Kehendaki
Firman Allah (QS. Ali Imran/3 : 26)
Artinya : Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imran/3 : 26)

Bukti/tanda2 adanya Allah

Adanya Allah swt adalah sesuatu yang bersifat aksiomatik (sesuatu yang kebenarannya telah diakui, tanpa perlu pembuktian yang bertele-tele) 
Adanya Allah dibuktikan melalui fenomena alam semesta, ciptaan-ciptaannya dan melalui dalil naqli

Fenomena alam semesta

Adanya alam semesta dan segala isinya menunjukkan adanya Allah SWT
Seandainya Allah SWT tidak ada, tentu alam semesta ini tidak ada pula
Allah menciptakan dan memelihara alam semesta 

Ciptaannya (makhluk hidup)

Tidak mungkin makhluk hidup tercipta dengan sendirinya ataupun berevolusi
Pasti ada pencipta (al kholiq), Yang Maha Kuasa
Allah SWT lah pencipta dan pemelihara seluruh makhluk hidup

Dalil Naqli
إن فى خلق السموات والأرض واختلاف الليل والنهار لأيات لإولى الألباب

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS. Ali Imran: 190)

PERILAKU ORANG BERIMAN KEPADA SIFAT-SIFAT ALLAH SWT

Antara lain sebagai berikut :
Menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya dengan selain Dia karena Dia berbeda dengan semua makhluk ciptaan-Nya.

Tidak berprasangka buruk kepada Allah SWT walaupun hanya dalam hati karena Dia Maha Mendengar terhadap segala sesuatu meskipun tidak bersuara. Dia Mahasuci dari segala yang buruk.

Berusaha untuk tidak sombong dalam hidup di dunia karena hanya Allah SWT yang pantas untuk sombong. Manusia mempunyai sifat lemah. Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika ia memerlukan Allah SWT