Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Essay "Bullying Mengubur Mimpi Seseorang"

Essay "Bullying Mengubur Mimpi Seseorang"

Bullying, Mengubur Mimpi Seseorang

Bullying atau yang lebih dikenal dengan penindasan merupakan perbuatan tidak baik yang dilakukan oleh seseorang atau lebih kepada orang lainnya.

Kejadian atau perbuatan dapat dikatakan bulliying apabila seseorang atau kelompok yang lebih kuat atau berkuasa melakukan perbuatan tidak baik diluar kewajaran kepada orang atau kelompok lainnya.

Bullying sudah sejak lama menjadi masalah yang kerap muncul di dalam kehidupan sosial manusia. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak berita yang muncul terkait aksi pembuliyan yang tidak ada habis-habisnya.

Penindasan atau Bullying kerap tejadi kepada anak-anak dan remaja, kebanyakan disebabkan karena adanya perbedaan yang mencolok. sekolah adalah tempat yang paling sering tejadi pembuliyan kepada anak-anak dan remaja. Tetapi fakta mengatakan bahwa pembuliyan juga banyak terjadi kepada orang dewasa, lingkungan tempat bekerja merupakan tempat yang paling sering masuk berita karena adanya pembuliyan kepada orang dewasa.

Di zaman yang sudah maju ini, bullying bisa dilakukan lewat telepon, mengirim pesan melalui SMS atau email, dan meninggalkan komentar buruk di media sosial.

Jadi bisa dikatakan bahwa bullying bisa terjadi dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun.

Perbuatan tidak baik yang dimaksud bisa berupa hal-hal yang menyakiti secara fisik, seperti memukul, mendorong, dan lain-lain. Bisa juga menyakiti secara verbal, misalnya mengejek penampilan, menghina kemampuan, dan masih banyak lagi. TiNdakan menjauhi dan mengucilkan seseorang juga termasuk tindakan bullying.

Banyak sekali kejadian pembuliyan yang dianggap pelaku sebagai hal yang biasa dan normal dilakukan, padahal mereka tidak menyadari perbuatannya tersebut dapat mengakibatkan perubahan hidup seseorang.

Banyak sekali dampak yang muncul untuk korban bulliying, mulai dari perubahan fisik, sikap, dan psikologisnya. Bahkan beberapa kasus sampai kepada kematian.

Korban bullying yang sudah tertekan dan trouma, mereka lebih memilih untuk mundur dan menyerah jika ada kemungkinan bertemu Kembali dengan kejadian dan hal yang sama seperti masa lalunya.

Hal itu dapat membuat korban bulliying merasa tidak percaya diri akan dunia dan orang-orang yang mereka temui. Bahkan rela melupakan impian dan cita-cita yang mereka inginkan selama ini hanya karena takut kejadian yang sama terulang lagi.

Bullying pada anak dapat mangalami masalah pada mentalnhya, dan bisa memicu perasaan rendah diri, depresi, cemas, serta kesulitan tidur dengan nyenyak. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya proses belajar di sekolah, anak tidak lagi fokus untuk mengejar nilai akademik karena mereka lebih takut dan terlalu cemas dengan penindasan yang dilakukan kepada dirinya

Kesehatan juga akan menurun, biasanya disebabkan oleh tidak teraturnya makan, konsumsi makanan tidak sehat, kurang tidur dan depresi, dengan kodisi yang tidak fit maka untuk menjalani hari-hari menuju impiannya akan sulit diraih.

Korban bullying Merasa tidak berharga sehingga berpengaruh pula pada kemampuan sosial emosional bahkan prestasinya di sekolah.

Mengalami kesulitan dalam memahami jati diri serta sering mengalami kecemasan terhadap diri sendiri maupun masa depan.

Mereka akan menarik diri dari kehidupan sosial karena takut seakan-akan kejadian serupa akan terjadi lagi.

Keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Dampak ini mungkin yang paling parah. Ketika sudah terkena secara psikis maka akan sulit bagi korban bully untuk melupakan masa lalu yang berkaitan dengan pengalaman buruknya.

Korban bullying biasanya memiliki ciri-ciri, seperti, Nafsu makan berkurang, menyendiri, anti sosial, emosional, susah tidur, terlihat stress, luka fisik, dan pucat sepanjang hari.

Jika anak atau kerabat Anda menunjukkan ciri-ciri tersebut, cobalah ajak dia bicara empat mata. Mulailah obrolan dengan cara yang halus agar mereka mau mengutarakan isi hatinya. Tekankan bahwa mereka tidak pantas diperlakukan seperti itu. Jelaskan juga bahwa Anda akan selalu ada untuk mereka.

Dengan begitu, kemungkinan mereka akan menceritakan apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Dan besar kemungkinan mereka akan membuka suara siapa saja yang melakukan Tindakan bullying terhadap dirinya.

Jangan pernah menyepelekan keadaan korban bullying, karena tidak ada yang tau bagaimana respon psikologisnya. Memang benar, beberapa orang Ketika mendapat perilaku bullying, mereka termotivasi dan bersemangat memperbaiki diri atau melawan kembali.

Tetapi fakta mengatakan Sebagian besar korban bullying lebih memilih diam dan memendam rasa sakit yang di alaminya, hal itu dapat menyebabkan kekacauan pada siklus kehidupanya, termasuk masa depan yang mereka impikan.

Berdasarkan penjabaran – penjabaran yang telah dibahas di atas, dapat kita simpulkan bahwa, perbuatan bulliying atau penindasan dapat merusak masa depan dan impian seseorang

Jadi, mari kita selamatkan masa depan korban bullying, dengan cara, membantu mereka keluar dari zona berbahaya yang dapat menghancurkan impianya.

Tidak hanya korban bullying yang harus kita perhatikan, tetapi pelaku dari bullying juga harus terus diawasi, jika perlu, laporkan kepada pihak yang bersangkutan agar pelaku bullying mendapatkan efek jerah.

Demikianlah contoh Essay bertemakan Bullying.