Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Aqidah Dalam Islam

Apa Itu Aqidah Dalam Islam

Akidah menurut bahasa adalah berasal dari kata Al-’aqdu yang berarti ikatan.

Dalam artian adalah ajaran tentang kepercayaan yang teguh terhadap ajaran yang meliputi kemaha Esaan Allah SWT (tauhid) dan segala ajaranya, yang tercakup kedalam rukun iman yang enam.

Tujuan aqidah Islam

  1. Meluruskan dan mengikhglaskan niat dan ibadah kepada Allah SWT. Karena dia adalah pencipta yang tidak ada sekutu baginya, tujuan dari ibadah hanya diperuntukan kepada Nya.
  2. Membebaskan akal dan pikiran dari kosongnya hati.
  3. Ketenangan jiwa dan pikiran.
  4. Meluruskan tujuan dan perbuatan dari penyelewengan dalam beribadah kepada Allah SWT. Dasar dari ibadah ini dalah adalah mengimani para rasul mengikuti jalan merekan yang lurus.
  5. Bersungguh-sungguh dalam beramal baik dengan mengharapbalasan dari Allah SWT, serta menjauhi perbuatan dosa karena takut akan balasanya.
  6. Mencintai umat yang kuat serta menjalin rasa kesatuan yang kuat sesama umat, dan berjuang menegkkan agama Allah.
  7. Meraih kebahagiaan dunia dan akherat dengan beramal sholeh demi meraih pahala dan kemuliaan

Dalil Aqidah

1.  Dalil tentang dasar akidah Islam

Manusia yang mengikuti petunjuk Al-Qur’an berarti telah memiliki akidah yang benar. Sebaliknya, manusia yang tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an tidak memiliki akidah yang benar. Sebagaimana firman Allah Swt, berikut:

(Q.S. An-Nisa: 36)

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.”  (Q.S. An-Nisa’: 36)

Allah memberi petunjuk kepada manusia untuk mengikuti kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah Saw, sebagaim ana firman Allah Swt, berikut: 
(Q.S. Al-Hasyr  7)
Artinya:
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. ..” (Q.S. Al-Hasyr : 7)

2.   Dalil tentang tujuan akidah Islam
  1. Menghindarkan diri dari pengaruh kehidupan yang sesat.
(Q.S. Ali-Imran : 31)
Artinya:
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Ali-Imran : 31) 

    2. Mengetahui petunjuk yang benar sebagai pedoman agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
(Q.S. Al-Baqarah : 185)
Artinya:
“…Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” (Q.S. Al-Baqarah : 185)

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan

IMAN
secara bahasa iman adalah percaya, sedangkan secara  istilah iman berarti membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan memperbuat dengan anggota badan.

ISLAM 
secara bahasa islam adalah patuh, tunduk, menyerahkan diri, selamat, perdamaian. Secara istilah islam berarti agama yang mengajarkan agar manusia berserah diri dan tunduk sepenuhnya kepada Allah.

IHSAN:
menurut bahasa ihsan adalah berbuat baik atau kebaikan. Secara istilah ihsan berarti berbakti dan mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan dilandasi kesadaran dan keikhlasan.

Rukun Iman

Hadis tentang rukun Iman : 
HADIS TENTANG RUKUN IMAN

Artinya :
Orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”. (Rasulullah) menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Allah, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”

Rukun Islam

Hadis tentang rukun Islam :
HADIS TENTANG RUKUN ISLAM
Artinya :
”Dari Umar dari Nabi SAW bersabda; ”Islam dibangun (ditegakkan) di atas lima perkara, yaitu engkau menyembah Allah dan mengingkari yang selain-Nya, menegakkan shalat, membayar Zakat, melaksanakan haji dan puasa bulan Ramadlon.” (HR Bukhari dan Muslim )

Ihsan

Hadis tentang Ihsan :
Hadis tentang ihsan
Artinya :
Lalu orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” (Beliau) menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.”

Ihsan ada empat macam, yaitu :
  1. Ihsan terhadap Allah 
  2. Ihsan terhadap diri sendiri
  3. Ihsan terhadap sesama manusia, 
  4. Ihsan terhadap makhluk lain

Hubungan Iman, Islam, dan Ihsan

  • Iman berarti percaya (Aqidah)
  • Islam berarti tunduk, Pasrah, berserah diri  ; patuh kepada perintah orang yang memberi perintah dan kepada larangannya tanpa membantah (Syari’ah)
  • Ihsan berari berbuat baik (Akhlak)
Antara iman, islam dan ihsan, ketiganya tak bisa dipisahkan oleh manusia di dunia ini, kalau diibaratkan hubungan diantara ketiganya adalah seperti segitiga sama sisi yang sisi satu dan sisi lainya berkaitan erat. Segitiga tersebut tidak akan terbentuk kalau ketiga sisinya tidak saling mengait. Jadi manusia yang bertaqwa harus bisa meraih dan menyeimbangkan antara iman, islam dan ihsan.

Iman sebagai landasan keyakinannya, sedangkan Islam dan ihsan berupa perbuatan nyata dalam hidup sehari-hari.
Pengakuan iman seseorang tidak ada artinya sama sekali apabila tidak dibuktikan dengan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaliknya Islam dan ihsan dalam kehidupan sehari-hari tidak diterima Allah apabila tidak dilandasi dengan iman yang benar.

  • Disamping adanya hubungan diantara ketiganya, juga terdapat perbedaan diantaranya sekaligus merupakan identitas masing-masing.
  • Iman lebih menekankan pada segi keyakinan dalam hati.
  • Islam merupakan sikap untuk berbuat dan beramal dan,
  • Ihsan merupakan pernyataan dalam bentuk tindakan nyata. Dengan ihsan, seseorang bisa diukur tipis atau tebal iman dan islamnya.
Sumber PPT : Dr. Akhsanul Fuadi, S.Ag., M.Pd.I. Dosen SAI Universitas Alma Ata